Monday, November 10, 2014

Hipnoterapi Dapat Menyembuhkan Pasien Bulimia Nervosa

 Latar Belakang
Masyarakat, terutama wanita sangat ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal dan melakukan hal apapun untuk mendapatkannya. Beberapa orang melakukan diet ketat sehingga mengalami eating disorder yang salah satunya adalah bulimia nervosa. Contohnya adalah Lady Gaga yang ingin menguruskan badannya hingga seperti penari balet (Hestianingsih, 2012), Tina Toon (Astuti, Paramitha & Syartiqa, 2014), dan Nicole Scherzinger (Indriasari, 2014). Pengidap bulimia nervosa mengalami komplikasi penyakit, penurunan berat badan, depresi, bahkan kematian. Terdapat berbagai cara menyembuhkan eating disorder ini. Salah satu cara efektif untuk menyembuhkan bulimia nervosa adalah hipnoterapi.

Definisi Bulimia Nervosa
Menurut American Psychological Association (APA, 2007, p. 139) “Bulimia nervosa an eating disorder involving recurrent episodes of binge eating (i.e., discrete periods of uncontrolled consumption of abnormally large quantities of food), followed by inappropriate compensatory behaviors (e.g. self-induced vomiting, misuse of laxatives, fasting, excessive exercise)”. Sedangkan, menurut Gardner (2004) bulimia adalah salah satu gangguan makan. Berdasarkan asal katanya, bulimia berarti selera makan sapi karena pengidap  gangguan ini akan makan dalam jumlah yang besar sekali, terutama yang kaya akan kalori. Setelah perutnya benar-benar penuh, pengidapnya berusaha menghilangkan kalori yang ditelannya untuk menghindari kenaikan berat badan. Cara yang paling populer adalah menusukkan jari tangan ke dalam kerongkongan supaya muntah, hal ini disebut purging, mengonsumsi laksatif, atau berolahraga berlebihan.
Jadi, bulimia nervosa adalah eating disorder berupa makan secara berlebihan, lalu dilanjutkan dengan perilaku yang tidak pantas seperti memuntahkannya, minum obat pencahar, puasa, dan olahraga berlebihan.

Penyebab Bulimia Nervosa
Menurut Sukamto (1999), penyebab bulimia nervosa masih belum diketahui secara pasti. Faktor yang diperkirakan menyebabkan gangguan ini antara lain: (a) masalah keluarga, (b) perilaku maladaptif, (c) konflik identitas diri, dan (d) tuntutan budaya yang terlalu besar pada tampilan fisik.

Dampak Bulimia Nervosa terhadap pasien
Pada pasien penderita bulimia akan mengalami hal-hal ini jika sering melakukan purging yaitu (a) peradangan tenggorakan, (b) pembengkakan kelenjar ludah, dan (c) kerusakan gigi (Sukamto, 1999).
Menurut Gardner (2004), bulimia dapat menyebabkan kematiankarena kekurangan elektrolit yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tubuh sehingga membuat jantung dan otak berhenti bekerja. Selain itu, bulimia dapat membuat gigi berubah warna menjadi coklat dan berlubang karena gigi terkena asam lambung ketika sedang muntah.

Definisi Hipnoterapi
“Hipnoterapi adalah suatu kegiatan psikoterapi yang mempergunakan kondisi hypnosis sebagai bagian dari proses penyembuhan dalam upaya membuka kejadian di masa lampau karena diperkirakan berpengaruh terhadap masa kini” (Oemarjoedi, 2003 h. 5).
Jadi, hipnoterapi adalah kegiatan psikoterapi yang menggunakan kondisi hypnosis sebagai proses penyembuhan dalam kejadian masa lampau karena diperkirakan berpengaruh hingga sekarang.

Fungsi Hipnoterapi
     Hipnoterapi dapat menyembuhkan masalah mental dan fisik. “Aplikasinya dalam pengobatan penyakit, antara lain depresi, kecemasan, fobia, stres, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi” (Gunawan, 2005, h. 14).

Cara Penyembuhan Bulimia Nervosa dengan Hipnoterapi
Menurut Oemarjoedi (2003), hypnosis yang dilakukan dalam hipnoterapi menunjang proses terapi, sehingga pasien dapat (a) restrukturisasi kognitif, (b) abreaksi, katarsis, desesitisasi, (c) modifikasi gejala, serta (d) pendidikan dan rehabilitasi.
Pertama, restrukturisasi kognitif. Klien pada tahap ini akan mengeksporasi pikiran, perasaan dan pengalaman yang terkait dengan gangguan. Pasien dibantu untuk merubah persepsi terhadap diri, orang lain dan situasi, lalu mengevaluasi kembali untuk mengembangkan cara baru untuk mengatasi masalahnya. Kapasitas pasien untuk menerima informasi pada kondisi ini menjadi sangat tinggi.
Kedua, abreaksi, katarsis, dan desensitisasi. Proses ini adalah proses pelepasan emosi dan dengan proses ini klien menyalurkan reaksi baru dan melakukan pembentukan kembali kerangka berpikir yang tepat terhadap masa lalu dan masa kini.
Ketiga, modifikasi gejala. Terapis menggunakan teknik relaksasi sehingga gejala gangguan dapat dikurangi atau dihilangkan sehingga pasien dapat mengontrol munculnya gangguan dalam situasi nyata.
Keempat, pendidikan dan rehabilitasi. Pada tahap ini, diadakan proses latihan untuk mengganti pola pikir, perasaan, dan tingkah laku yang dibayangkan dalam proses hypnosis. Klien yang sudah memasuki tahap ini diharapkan mampu mengaplikasikan hasil latihannya dalam kehidupan sehari-hari.

Simpulan
Bulimia nervosa adalah eating disorder berupa makan secara berlebihan, lalu dilanjutkan dengan perilaku seperti memuntahkannya, minum obat pencahar, puasa, dan olahraga berlebihan. Hal ini disebabkan oleh masalah keluarga, (b) perilaku maladaptif, (c) konflik identitas diri, dan (d) tuntutan budaya yang terlalu besar pada tampilan fisik. Dampak bulimia nervosa pada pengidap adalah peradangan tenggorakan, pembengkakan kelenjar ludah, kerusakan gigi, hingga kematian. Hipnoterapi dapat menyembuhkan bulimia nervosa. dengan melepas emosi dan mengganti pola pikir pasien.

Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2007). In G. R. VandenBos (Ed.) APA dictionary of psychology. Washington, DC: Author.
Astuti, L. D. P., Paramitha, T., & Syartiqa, S. (2014, 17 September). Derita bulimia Tina Toon. Diunduh dari http://life.viva.co.id/news/read/539177-derita-bulimia-tina-toon
Gardner, L. (2004). Hubungan antara makanan dan perasaan. Bertumbuh dan berkembang dalam ceria. Bandung: Pionir Jaya.
Gunawan, A. W. (2005). Hypnosis: The art of subconscious communication: Meraih sukses dengan kekuatan pikiran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hestianingsih. (2012). Lady gaga pernah menjadi penderita bulimia. Diunduh dari http://wolipop.detik.com/read/2012/02/10/145135/1839407/1137/lady-gaga-pernah-jadi-penderita-bulimia
Indriasari, L. (2014, 2 Juli). Nicole Scherzinger lepas dari bulimia. Dalam A. Kamil (Ed.). Diunduh dari http://entertainment.kompas.com/read/2014/07/02/2231043/Nicole.Scherzinger.Lepas.dari.Bulimia
Oemarjoedi, A. K. (2003). Pendekatan cognitive behavior dalam psikoterapi. Jakarta: Kreativ Media.

Sukamto, M. E. (1999).  Bulimia nervosa. Dalam  D. K. Lestari (Ed.) Kumpulan artikel jurnal tentang: Bulimia nervosa, 387-394.

Wednesday, November 5, 2014

Latihan 17


Dampak Media Massa dalam Perkembangan Mental Remaja

Pengertian Media Massa
Pengertian media massa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut KBBI, media massa adalah Sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas (KBBI, 2008). Jadi, media massa adalah sarana yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Pengertian media massa menurut para ahli. Media massa memiliki berbagai macam pengertian dari para ahli. Berikut ini adalah pengertian media massa  menurut Yasin (2012, para 2):
Kata media massa berasal dari medium dan massa, kata "medium" berasal dari bahasa latin yang menunjukkan adanya berbagai sarana atau saluran yang diterapkan untuk mengkomunikasikan ide, gambaran, perasaan dan yang pada pokoknya semua sarana aktivitas mental manusia, kata "massa" yang berasal dari daerah Anglosaxon berarti instrumen atau alat yang pada hakikatnya terarah kepada semua saja yang mempunyai sifat massif.

     Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media massa adalah sarana untuk mengkomunikasikan pesan berupa hasil dari aktivitas mental manusia untuk masyarakat luas.


Jenis Jenis Media Massa
     Menurut Akbar (2012), media massa terdiri dari berbagai jenis, yaitu (a) Media cetak, media yang teridir dari lembaran kertas yang tertulis dengan sejumlah kata, kalimat, gambar, dan wacana yang ditata rapi serta berisikan berbagia macam informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, hiburan, tips, lapangan pekerjaan, bisni, aspirasi, opini, promosi dan juga mengenai kejadian di dalam dan luar negara. Contohnya adalah koran, majalah, dan tabloid, newsletter, dan buletin, ; (b) media elektronik, sarana komunikasi yang mempergunakan peralatan elektronik sebagai perantara dalam penyampaian informasi. Contohnya adalah radio, handphone, komputer dan televisi; (c) Media lainnya (langsung), merupakan informasi yang kita dapat secara langsung dari narasumber atau alat-alat perantara lainnya yang menjadi media dalam penyampaian informasi.

Fungsi Media Massa adalah (a) pengawasan sosial, (b) interpretasi, dan (c) transmisi nilai, (d) hiburan (Fina-maha, 2012).
Fungsi pengawasan media adalah fungsi yang khusus menyediakan informasi dan peringatan kepada masyarakat tentang apa saja di lingkungan mereka. Media massa meng-up date pengetahuan dan pemahaman manusia tentang lingkungan sekitarnya.
Fungsi interpretasi adalah fungsi media yang menjadi sarana memproses, menginterpretasikan dan mengkorelasikan seluruh pengetahuan atau hal yang diketahui oleh manusia.
Fungsi transmisi nilai adalah fungsi media untuk menyebarkan nilai, ide dari generasi satu ke generasi yang lain.
Fungsi hiburan adalah fungsi media untuk menghibur manusia. Manusia cenderung untuk melihat dan memahami peristiwa atau pengalaman manusia sebagai sebuah hiburan.Dalam perkembangan selanjutnya, media massa mempunyai fungsi-fungsi baru, yaitu membentuk komunitas dan komunikasi virtual, seperti halnya kelompok internet di dunia maya. Internet dapat dipahami sebagai alat atau media umum yang bisa secara komplet memenuhi fungsi media massa “tua”. Internet bisa menyempurnakan transaksi komersial, menyediakan dukungan sosial dan mengirim jasa pemerintahan.
Dampak Media Massa
Dampak media secara umum
Dampak positif media secara umum. Secara umum, dampak positif media adalah (a) memberi informasi secara luas, dan (b) memperluas cakrawala pengetahuan (Fitriatik, 2014).
Dampak negatif media secara umum. Secara umum, dampak negatif media adalah (a) penghilangan privasi, (b) meningkatnya kekerasan, (c) mengubah gaya hidup masyarakat, dan (d) moralisasi dan peningkatan pelanggaran susila dalam masyarakat (Fitriatik, 2014)
Dampak media massa dalam perkembangan psikologis remaja.
Gunarsa dan Gunarsa (2012) menyatakan bahwa media massa dapat menjadi faktor lingkungan pembentukan mental remaja. Berikut adalah pengaruh media massa terhadap perkembangan mental remaja.

Harga diri. Harga diri remaja dapat dirubah dari media massa yang dipakainya. Saat remaja mendapatkan informasi, remaja akan mengubah cara berpikirnya sehingga harga dirinya dapat meningkat atau sebaliknya. Contohnya saat remaja menonton film “Gifted hands”, remaja akan lebih menghargai dirinya.
Kepercayaan diri. Kepercayaan diri remaja dapat meningkat dengan media massa yang dilihatnya. Contohnya saat remaja Indonesia membaca artikel koran tentang kemenangan atlet Indonesia di ajang SEA Games, remaja akan bangga dengan dirinya sebagai orang Indonesia sehingga kepercayaan dirinya meningkat.
Emosi. Emosi remaja dapat berubah dari media massa. Contohnya saat remaja membaca artikel koran tentang artis yang bercerai, remaja dapat menjadi sedih karena artikel tersebut.
Motivasi. Media massa dapat meningkatkan motivasi. Contohnya saat remaja menonton film “Forest Gump”, motivasi remaja meningkat. 

Reference
Akbar, A. (2012). Jenis jenis media beserta contoh dan fungsinya. Diunduh dari http://adexshare.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-media-massa-beserta-contoh.html
Fina-maha. (2012). Fungsi media massa. Diunduh dari http://fina-maha.blogspot.com/2012/06/fungsi-media-massa.html
Gunarsa, Y. S & Gunarsa, S.D. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia  
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Diunduh dari http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
Yasin, S. (2012). Pengertian media massa menurut para ahli definisi, fungsi, modern, dan tradisional. Diunduh dari http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-media-massa-menurut-para.html