Latar
Belakang
Masyarakat,
terutama wanita sangat ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal dan melakukan hal
apapun untuk mendapatkannya. Beberapa orang melakukan diet ketat sehingga
mengalami eating disorder yang salah
satunya adalah bulimia nervosa. Contohnya
adalah Lady Gaga yang ingin menguruskan badannya hingga seperti penari balet (Hestianingsih,
2012), Tina Toon (Astuti, Paramitha & Syartiqa, 2014), dan Nicole
Scherzinger (Indriasari, 2014). Pengidap bulimia
nervosa mengalami komplikasi penyakit, penurunan berat badan, depresi,
bahkan kematian. Terdapat berbagai cara menyembuhkan eating disorder ini. Salah satu cara efektif untuk menyembuhkan bulimia nervosa adalah hipnoterapi.
Definisi
Bulimia Nervosa
Menurut American
Psychological Association (APA, 2007, p. 139) “Bulimia nervosa an eating
disorder involving recurrent episodes of binge eating (i.e., discrete periods
of uncontrolled consumption of abnormally large quantities of food), followed
by inappropriate compensatory behaviors (e.g. self-induced vomiting, misuse of
laxatives, fasting, excessive exercise)”. Sedangkan, menurut Gardner (2004)
bulimia adalah salah satu gangguan makan. Berdasarkan asal katanya, bulimia
berarti selera makan sapi karena pengidap
gangguan ini akan makan dalam jumlah yang besar sekali, terutama yang
kaya akan kalori. Setelah perutnya benar-benar penuh, pengidapnya berusaha
menghilangkan kalori yang ditelannya untuk menghindari kenaikan berat badan.
Cara yang paling populer adalah menusukkan jari tangan ke dalam kerongkongan
supaya muntah, hal ini disebut purging,
mengonsumsi laksatif, atau berolahraga berlebihan.
Jadi, bulimia
nervosa adalah eating disorder berupa
makan secara berlebihan, lalu dilanjutkan dengan perilaku yang tidak pantas
seperti memuntahkannya, minum obat pencahar, puasa, dan olahraga berlebihan.
Penyebab
Bulimia Nervosa
Menurut
Sukamto (1999), penyebab bulimia nervosa masih belum diketahui secara pasti. Faktor
yang diperkirakan menyebabkan gangguan ini antara lain: (a) masalah keluarga,
(b) perilaku maladaptif, (c) konflik identitas diri, dan (d) tuntutan budaya
yang terlalu besar pada tampilan fisik.
Dampak
Bulimia Nervosa terhadap pasien
Pada pasien penderita
bulimia akan mengalami hal-hal ini jika sering melakukan purging yaitu (a) peradangan tenggorakan, (b) pembengkakan kelenjar
ludah, dan (c) kerusakan gigi (Sukamto, 1999).
Menurut
Gardner (2004), bulimia dapat menyebabkan kematiankarena kekurangan elektrolit
yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tubuh sehingga membuat jantung dan
otak berhenti bekerja. Selain itu, bulimia dapat membuat gigi berubah warna
menjadi coklat dan berlubang karena gigi terkena asam lambung ketika sedang
muntah.
Definisi
Hipnoterapi
“Hipnoterapi
adalah suatu kegiatan psikoterapi yang mempergunakan kondisi hypnosis sebagai
bagian dari proses penyembuhan dalam upaya membuka kejadian di masa lampau
karena diperkirakan berpengaruh terhadap masa kini” (Oemarjoedi, 2003 h. 5).
Jadi,
hipnoterapi adalah kegiatan psikoterapi yang menggunakan kondisi hypnosis sebagai proses penyembuhan dalam
kejadian masa lampau karena diperkirakan berpengaruh hingga sekarang.
Fungsi
Hipnoterapi
Hipnoterapi dapat menyembuhkan masalah mental dan fisik. “Aplikasinya
dalam pengobatan penyakit, antara lain depresi, kecemasan, fobia, stres,
penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih
banyak lagi” (Gunawan, 2005, h. 14).
Cara
Penyembuhan Bulimia Nervosa dengan Hipnoterapi
Menurut
Oemarjoedi (2003), hypnosis yang
dilakukan dalam hipnoterapi menunjang proses terapi, sehingga pasien dapat (a)
restrukturisasi kognitif, (b) abreaksi, katarsis, desesitisasi, (c) modifikasi
gejala, serta (d) pendidikan dan rehabilitasi.
Pertama, restrukturisasi
kognitif. Klien pada tahap ini akan mengeksporasi pikiran, perasaan dan
pengalaman yang terkait dengan gangguan. Pasien dibantu untuk merubah persepsi
terhadap diri, orang lain dan situasi, lalu mengevaluasi kembali untuk mengembangkan
cara baru untuk mengatasi masalahnya. Kapasitas pasien untuk menerima informasi
pada kondisi ini menjadi sangat tinggi.
Kedua, abreaksi,
katarsis, dan desensitisasi. Proses ini adalah proses pelepasan emosi dan
dengan proses ini klien menyalurkan reaksi baru dan melakukan pembentukan
kembali kerangka berpikir yang tepat terhadap masa lalu
dan masa kini.
Ketiga,
modifikasi gejala. Terapis menggunakan teknik relaksasi sehingga gejala
gangguan dapat dikurangi atau dihilangkan sehingga pasien dapat mengontrol
munculnya gangguan dalam situasi nyata.
Keempat,
pendidikan dan rehabilitasi. Pada tahap ini, diadakan proses latihan untuk
mengganti pola pikir, perasaan, dan tingkah laku yang dibayangkan dalam proses hypnosis. Klien yang sudah memasuki tahap ini diharapkan mampu
mengaplikasikan hasil latihannya dalam kehidupan sehari-hari.
Simpulan
Bulimia nervosa
adalah eating disorder berupa makan
secara berlebihan, lalu dilanjutkan dengan perilaku seperti memuntahkannya,
minum obat pencahar, puasa, dan olahraga berlebihan. Hal ini disebabkan oleh masalah
keluarga, (b) perilaku maladaptif, (c) konflik identitas diri, dan (d) tuntutan budaya yang terlalu besar pada tampilan fisik. Dampak
bulimia nervosa pada pengidap adalah
peradangan tenggorakan, pembengkakan kelenjar ludah, kerusakan gigi, hingga
kematian. Hipnoterapi dapat menyembuhkan bulimia nervosa. dengan melepas emosi
dan mengganti pola pikir pasien.
Daftar
Pustaka
American Psychological Association.
(2007). In G. R. VandenBos (Ed.) APA dictionary of psychology. Washington,
DC: Author.
Astuti, L. D. P., Paramitha, T., &
Syartiqa, S. (2014, 17 September). Derita bulimia Tina Toon. Diunduh dari http://life.viva.co.id/news/read/539177-derita-bulimia-tina-toon
Gardner, L. (2004). Hubungan antara
makanan dan perasaan. Bertumbuh dan
berkembang dalam ceria. Bandung: Pionir Jaya.
Gunawan, A. W. (2005). Hypnosis: The art of subconscious
communication: Meraih sukses dengan kekuatan pikiran. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Hestianingsih. (2012). Lady gaga
pernah menjadi penderita bulimia. Diunduh
dari http://wolipop.detik.com/read/2012/02/10/145135/1839407/1137/lady-gaga-pernah-jadi-penderita-bulimia
Indriasari, L. (2014, 2 Juli). Nicole
Scherzinger lepas dari bulimia. Dalam A. Kamil (Ed.). Diunduh dari http://entertainment.kompas.com/read/2014/07/02/2231043/Nicole.Scherzinger.Lepas.dari.Bulimia
Oemarjoedi, A. K. (2003). Pendekatan cognitive behavior dalam
psikoterapi. Jakarta: Kreativ Media.
Sukamto, M. E. (1999). Bulimia
nervosa. Dalam D. K. Lestari (Ed.) Kumpulan artikel jurnal tentang: Bulimia nervosa,
387-394.
No comments:
Post a Comment